Kanada Kritik Tiongkok Terkait Masalah Xinjiang dan Hongkong

47 900x480 - Kanada Kritik Tiongkok Terkait Masalah Xinjiang dan Hongkong

Kanada Kritik Tiongkok Terkait Masalah Xinjiang dan Hongkong

Kanada Kritik Tiongkok Terkait Masalah Xinjiang dan Hongkong – Kanada, dengan nama asli Dominion of Canada, merupakan negara paling utara di kawasan Amerika Utara. Kerajaan ini terbagi dalam 10 provinsi dan 3 teritori, dengan menganut sistem desentralisasi. Kanada berdiri pada tahun 1867, setelah disahkannya undang-undang Konfederasi. Ottawa menjadi ibukota negara ini.

Hubungan antara Tiongkok dengan negara-negara Barat nampaknya masih akan terus memanas. Pada hari Selasa (13/10) lalu, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau memberikan kritikan pedas pada Pemerintah Tiongkok atas kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Sinkiang dan Hongkong.

Atas kejadian tersebut tentunya Pemerintah Negeri Tirai Bambu tidak tinggal diam dan menampik serta membalas kritikan dari PM Kanada tersebut. Hal ini tentunya berdampak memanasnya hubungan idn poker apk bilateral kedua negara.

1. Ungkap kritikan saat perayaan 50 tahun hubungan diplomatik Tiongkok dan Kanada

ehf7cslwsaahmcs 55da5b1a205d98343c5052197f229f78 - Kanada Kritik Tiongkok Terkait Masalah Xinjiang dan Hongkong

Tepat pada hari Selasa (13/10) lalu Tiongkok dan Kanada merayakan pembentukan hubungan diplomatik kedua negara yang sudah dibentuk sejak tanggal 13 Oktober 1970. Akan tetapi hubungan bilateral kedua negara yang semakin memburuk akhir-akhir ini justru menjadi ajang penyampaian kritik masing-masing negara.

Melalui Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau memberikan kritikan mengenai coercive diplomatic, mengenai kamp kelompok muslim Uighur di Xinjiang dan tekanan pada masyarakat Hongkong sangat kontraproduktif bagi Tiongkok maupun seluruh dunia, diungkap dalam Aljazeera.

Mengutip dari CBC, PM Kanada, Justin Trudeau juga mengungkapkan apabila,

“Kami akan melanjutkan hubungan dengan Tiongkok demi kepentingan Kanada dan produsen di Kanada. Secara bersamaan, kita akan tetap bersiteguh dengan sekutu kita untuk memastikan pendekatan Tiongkok melalui cara pemaksaan, penahanan dua warga negara Kanada beserta warga negara lain di Tiongkok tidak di anggap sebagai taktik sukses.” 

2. Tiongkok balas dan katakan ungkapan Trudeau lemah dan hipokrit

Menanggapi kritikan yang di utarakan padanya, Pemerintah Tiongkok lantas tak tinggal diam dan membalas ucapan PM Kanada tersebut. Melansir dari RT, lewat Juru Bicara Menteri Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian mengatakan bahwa,

“Pemerintah Kanada telah menunjukkan sikap kemunafikan dan kelemahan”

Selain itu, pada hari Selasa lalu Lijian juga mengungkapkan berbagai progres yang di lakukan selama 50 tahun hubungan keduanya. Namun ia juga meminta kepada pihak Ottawa agar membebaskan warga negara Tiongkok yang di tahan di Kanada.

3. Makin panasnya hubungan Kanada dan Tiongkok

Memanasnya relasi antara Kanada dan Tiongkok terjadi setelah pada Desember 2018 lalu petinggi finansial Huawei bernama Meng Wanzhou di tangkap oleh kepolisian Kanada. Ia di tahan terkait kasus pelanggaran dan konspirasi terhadap sanksi AS pada Iran.

Tak lama setelah di tangkapnya Meng Wanzhou, terdapat dua WN Kanada bernama Michael Spavor dan Michael Kovrig yang di tuduh sebagai mata-mata. Masalah terus berlanjut ketika pada tahun lalu, dua WN Kanada bernama Robert Lloyd Schellenberg dan Fan Wei juga di jatuhkan hukuman mati atas kasus narkotika, di kutip dari Aljazeera.