Kanada Tunda Kirim Teknologi Persenjataan Drone ke Turki

24 - Kanada Tunda Kirim Teknologi Persenjataan Drone ke Turki

Kanada Tunda Kirim Teknologi Persenjataan Drone ke Turki

Kanada Tunda Kirim Teknologi Persenjataan Drone ke Turki – Pesawat nirawak atau pesawat tanpa awak Unmanned Aerial Vehicle atau disingkat UAV atau sering disebut sebagai dron. Drone adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot. Atau mampu mengendalikan dirinya sendiri yang menjalankannya oleh operator.

Menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa menggunakan kembali dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya. Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah dalam bidang militer. Tetapi juga menggunakannya di bidang geografi, fotografi, dan videografi yang melakukan secara bebas dan terbuka.

Dalam bidang geografi, pesawat tanpa awak menggunakan sebagai salah satu wahana pengindraan jauh yang sangat penting dalam pembuatan poker idn deposit pulsa 10rb peta, seperti peta penggunaan lahan, peta daerah rawan bencana, dan peta daerah aliran sungai. Sebuah Rudal walaupun mempunyai kesamaan, tetapi tetap menganggap berbeda dengan pesawat tanpa awak. karena rudal tidak dapat menggunakannya kembali dan rudal adalah senjata itu sendiri.

Kanada pada hari Senin (05/10) memutuskan untuk menunda ekspor teknologi persenjataan drone ke Turki. Keputusan ini terkait Turki yang secara gamblang mengungkapkan dukungannya terhadap Azerbaijan atas pecahnya konflik di Nagorno-Karabakh.

Pemerintah Kanada takut apabila senjata buatannya tersebut akan menggunakannya untuk membantu Azerbaijan melawan Armenia. Selain itu, pihak Kanada masih melakukan investigasi terkait penggunaan senjata ini oleh militer Turki, sesuai dalam CBC.

1. Urungkan niat karena takut bila menggunakannya untuk membantu Azerbaijan

Penundaan ekspor teknologi inframerah dan electro optical dari perusahaan Wescam ke Turki tersebut mengutarakannya langsung oleh Menteri Luar Negeri Kanada, François-Philippe Champagne pada hari Senin (05/10). Ia juga mengutarakan apabila akan melakukan investigasi apakah sensor buatan Kanada tersebut menggunakan dalam drone TB2 Bayraktar buatan Turki, melansir dari CBC.

Sebelumnya Armenia dan diaspora Armenia di Kanada menuduh Turki menggunakan drone TB2 Bayraktar di Azerbaijan terkait adanya latihan militer keduanya untuk melawan tentara Armenia dari udara. Bahkan Armenia juga menuduh Turki mengirimkan pasukannya dari Suriah untuk membatu tentara Azerbaijan.

2. Turki tuduh Kanada kenakan double standard pada negaranya

Turki menuduh Kanada lakukan double standard pada negaranya. Selain itu, Turki juga menuding pemerintah Kanada telah terkena pengaruh oleh kelompok masyarakat Kanada keturunan Armenia.

Menteri Luar Negeri Turki mengungkapkan jika Kanada mau mengirimkan persenjataan ke Arab Saudi meski digunakan untuk intervensi dalam perang di Yaman. Namun Kanada justru menunda pengiriman persenjataan ke Turki yang notabene sesama anggota NATO, menurut kutipan dari The Globe and Mail.

3. Kanada bersama Britania Raya ikut serukan gencatan senjata di Nagorno-Karabakh

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab dan Menteri Luar Negeri Kanada, François-Philippe Champagne mengumumkan jika kedua negaranya sepakat untuk mendesak gencatan senjata antara Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. Kedua tokoh tersebut juga turut berbelasungkawa pada keluarga korban atas tewasnya anggota keluarga mereka dalam konflik tersebut, sesuai laporan dari CBC.

Melansir dari The Globe and Mail, Kanada sebelumnya pernah melakukan embargo persenjataan ke Turki pada Oktober 2019 lalu. Hal tersebut karena adanya serangan dari pihak Ankara ke sebelah utara Suriah