3 Destinasi Wisata Religi Yang Kembali Dibuka Di Aceh

wisata religi aceh

Pemerintah kota banda aceh baru saja kembali membuka objek wisata religi untuk dikunjungi wisatawan, setelah sebelumnya sempat ditutup karena wabah virus corona. Sejumlah tempat wisata ini sendiri sudha mulai dibuka sejak 10 Juni 2020 tentunya dengan ketentuan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga: Daftar Artis yang Rela Lepaskan Hijabnya Demi Pekerjaan

“Kami telah kembali membuka objek wisata, dengan harapan bisa ada banyak kunjungi wisatawan domestik yang bisa membantu ekonomi masyarakat” kata kepala dinas pariwisata bandar aceh.

Namun diharapkan pengunjung objek wisata mengenakan masker dan jumlah dibatasi agar tidak berkerumun. Sebagai Ibu Kota Provinsi berjuluk Serambi Makkah, Banda Aceh memiliki sederet objek wisata religi yang sering dikunjungi turis maupun peziarah.

Objek Wisata Religi Aceh

Untuk kamu yang penasaran, berikut lima destinasi wisata religi banda aceh terbaik:

1. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid yang terletak di pusat Kota Banda Aceh ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Arsitekturnya yang unik bercorak campuran Eropa, Timur Tengah dan Persia. Memiliki tujuh kubah dan empat menara, plus satu menara induk.

Masjid ini sudah ada sejak abad ke 16 Masehi. Ia menjadi saksi sejarah kejamnya perang, dahsyatnya tsunami dan eforia damai. Di halaman masjid terhampar taman yang cantik dan berdiri payung-payung elektrik ala Masjid Nabawi.

Masjid Raya Baiturahman adalah simbol semangat perjuangan masyarakat Aceh yang kini jadi ikon wisata. Jadi jika ke Aceh belum lengkap rasanya kalau belum menginjakkan kaki ke masjid ini.

2. Masjid Teungku Di Anjong

Di Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh Terdapat Masjid Teungku Di Anjong.

Masjid itu dibangun pada 1769 oleh Sayyid Abubakar bin Husaien Bilfaqih, ulama besar asal Hadramaut, Yaman. Ia mengembara ke Asia Tenggara dan menetap di Aceh, mensyiarkankan Islam. Sayyid Abubakar diberi gelar Teungku di Anjong oleh masyarakat Aceh.

Selain masjid, di kompleks itu dulu juga dibangun dayah atau pesantren oleh Teungku di Anjong. Banyak pelajar dari Nusantara bahkan Malaysia belajar Islam ke sana.

Pada musim haji, jamaah dari berbagai daerah di nusantara, sebelum bertolak ke Arab Saudi dengan kapal, singgah dulu di Masjid Teungku di Anjong untuk belajar manasik haji yang dibimbing oleh beliau bersama muridnya. Peristiwa itulah diyakini yang membuat Aceh dijuluki sebagai Serambi Makkah.

Saat agresi militer Belanda Aceh, Masjid Teungku di Anjong jadi salah satu basis pertahanan pasukan Aceh.

Masjid Teungku di Anjong yang berkonstruksi kayu saat itu sempat hancur disapu tsunami pada 26 Desember 2004. Kemudian dibangun kembali dengan konstruksi beton dan arsitekturnya dibentuk menyerupai bangunan sebelumnya yakni dengan kubah segitiga bertingkat.

Di samping masjid ini juga ada makam Teungku di Anjong bersama istrinya. Tiap tahun selalu digelar haul, mengenang mangkatnya Teungku di Anjong. Haul bukan hanya dihadiri masyarakat Aceh, tapi juga para keturunan-keturunan habib dan sayid dari berbagai daerah.

3. Makam Sultan Iskandar Muda (Wisata Religi)

Makam Sultan Iskandar Muda terletak di samping Meuligoe atau Pendopo Gubernur Aceh di Banda Aceh. Iskandar Muda memimpin Kesultanan Aceh Darussalam periode 1607-1636 Masehi. Ia dikenal sebagai raja yang agung penguaya dunia Melayu. Pada masa kepemimpinan, Aceh mencapai puncak kejayaan. Diakui dunia sebagai satu dari lima kerajaan Islam terkuat dan terbesar saat itu bersama Kesultanan Ottoman Turki, Kesultanan Syafawiyah di Persia, dan Kesultanan Moghul di India.

Saat itu, Aceh memiliki kapal perang induk bernama Cakradonya. Portugis yang kewalahan saat berhadapan dengan Aceh kala itu menjuluki kapal Cakradonya sebagai Espanto del Mundo alias Teror Dunia.

Wilayah kekuasaan Kesultanan Aceh masa Iskandar Muda adalah sebagian Sumatera hingga semenjung Malaysia. Di bawah kepemimpinan Iskandar Muda juga, Aceh pernah menaklukkan Kerajaan Pahang dan putri raja Pahang kemudian dijadikan tawanan lalu dinikahi oleh Iskandar Muda.

Nama besar Iskandar Muda yang melegenda, menyedot para wisatawan berziarah ke makamnya. Sultan Iskandar Muda kini dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Namanya diabadikan pada beberapa jalan di Tanah Air dan bandara terbesar di Aceh.

Itulah tadi destinasi wisata religi yang bisa dijadikan pilihan untuk kamu yang ingin berlibur di era new normal ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *