Air France Akan PHK Karyawan

Air France Akan PHK Karyawan

Air France Akan PHK Karyawan

Air France Akan PHK Karyawan – Suntikan dana dari pemerintah Prancis itu akan “menyediakan likuiditas yang mendesak bagi perusahaan dalam kaitan dengan wabah corona,” tulis Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Senin.

Bantuan dana dari pemerintah untuk perusahaan swasta di Uni Eropa memang hanya bisa dilakukan dengan izin khusus. Tetapi Komisi Eropa telah melonggarkan aturan bantuan negara untuk membantu perusahaan-perusahaan swasta selama krisis corona.

Pemerintah Prancis berencana menyalurkan kredit ringan secara langsung senilai 3 miliar Euro kepada maskapai penerbangan Air France, dan menjamin kredit senilai 4 miliar Euro dari perbankan, kata Menteri Keuangan Bruno Le Maire.

Maskapai Air France berencana memutus hubungan kerja dengan 7.580 karyawan di tengah peningkatan kerugian akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan.

Melaporkan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari pengurangan karyawan di Air France dan anak perusahaannya, HOP!.

Air France memasang target memangkas 6.560 karyawan hingga akhir 2022, sementara HOP! akan memutus hubungan kerja dengan 1.020 pekerja.

Mereka berharap akan ada 3.500 karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela, termasuk karena alasan pensiun, agar dapat meringankan beban keuangan perusahaan.

Maskapai mengambil keputusan ini ketika Asosiasi Transportasi Udara Internasional memprediksi industri penerbangan global bakal mengalami kerugian hingga US$84 miliar pada tahun ini.

Air France sendiri memperkirakan tak akan bisa membalik keadaan keuangan mereka hingga bisa meraih profit pada 2021, meski ada peningkatan pesat dalam kegiatan ekonomi global.

“Pemulihan sepertinya akan sangat lamban karena ketidakpastian mengenai situasi kesehatan, pencabutan larangan perjalanan, dan perubahan permintaan komersial,” demikian pernyataan Air France.

Wakil Ketua Komisi Eropa Margrethe Vestager memuji peran “penting” Air France dalam memulangkan warga dan mengangkut peralatan medis selama pandemi, sambil menyambut “pilihan kebijakan hijau” yang dilakukan Air France.

Dana 7 miliar euro ini “akan memberikan Air France likuiditas yang sangat dibutuhkan untuk menahan dampak wabah corona,” katanya.

Pemerintah Prancis saat ini merupakan pemegang saham terbesar di Air France-KLM, dengan 14,3 persen saham.

Pemerintah Belanda juga memiliki 14 persen saham, yang dibeli dalam operasi mendadak tahun lalu.

Industri penerbangan saat ini mengalami pukulan berat karena lockdown dan langkah-langkah pembatasan serta larangan terbang yang diberlakukan di seluruh dunia. Maskapai penerbangan Jerman Lufthansa juga sedang meminta bantun dana sampai 10 miliar euro dari pemerintah Jerman.

Lebih lanjut, Air France memprediksi bahwa finansial mereka tidak akan kembali ke kondisi sebelum pandemi Covid-19 setidaknya hingga 2024.

Bulan lalu, pemerintah Prancis sendiri sebelumnya sudah memberikan bantuan hingga US$17 miliar untuk mendukung Airbus, Air France, dan industri penerbangan secara luas.

Mereka mengatakan bahwa Eropa tak boleh ketinggalan dari China dan Amerika Serikat di pertarungan penerbangan global di tengah pandemi.

Namun pekan lalu, Airbus menyatakan bahwa mereka bakal memutus hubungan kerja sekitar 15.000 karyawan dalam 13 bulan ke depan.