Fakta “Crab Mentality” yang Sering Terjadi di Kelompok Masyarakat

arg - Fakta "Crab Mentality" yang Sering Terjadi di Kelompok Masyarakat

Fakta “Crab Mentality” yang Sering Terjadi di Kelompok Masyarakat

Fakta “Crab Mentality” yang Sering Terjadi di Kelompok Masyarakat – Pernahkah Anda memerhatikan kepiting-kepiting yang ada di dalam satu ember? Jika pernah, Anda akan melihat kepiting-kepiting yang mencapit satu sama lain, lalu salah satunya berusaha untuk naik.

Istilah crab mentality atau mentalitas kepiting mungkin terdengar asing di telinga sebagian besar orang. Padahal karakter yang satu ini dianggap kerap ditemukan di kehidupan masyarakat.

Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan crab mentality? Dirangkum dari taupier.net sumber dan jurnal penelitian, berikut faktanya.

Siapakah yang dapat mengalami crab mentality?

Menurut artikel yang dimuat dalam media online The Anguillian, crab mentality dapat dialami oleh siapa pun. Tidak hanya terbatas pada individu, crab mentality juga kerap terjadi di kelompok masyarakat.

Pada era yang terus berkembang seperti saat ini, crab mentality umum terjadi di tempat kerja dengan lingkungan kerja yang cenderung kompetitif. Maka tak heran seseorang dengan crab mentality akan berusaha meniadakan upaya kesuksesan yang dikerahkan orang lain.

Bagaimana menghadapi seseorang dengan crab mentality?

Setelah mengetahui lebih dalam mengenai crab mentality, ternyata orang dengan karakter seperti ini dapat menghalangi orang lain, termasuk kamu, dalam menggapai kesuksesan di kemudian hari.

Dilansir dari artikel Who’s Pulling You Down?: A Bucket of Crabs, terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan jika bertemu orang dengan crab mentality. Kamu dapat mengabaikan mereka ketika mereka mulai berusaha menjatuhkanmu, lalu ingatlah untuk tidak merespon mereka.

Terkadang Anda Merasa Didorong Untuk Memilih Antara Keluar dari “Ember” dan Menjaga Hubungan Sosial

Apa itu crab mentality?

Dilansir dari situs Psychology Today, crab mentality atau yang disebut juga “sindrom kepiting dalam ember” merupakan istilah yang digambarkan dengan perilaku sekumpulan kepiting di dalam ember di mana jika ada satu kepiting yang berusaha naik dan ingin keluar, kepiting lain yang masih berada di dalam akan menarik kepiting tadi agar tidak keluar dari ember tersebut.

Perilaku alamiah kepiting yang “menahan” kepiting lain lalu dipadankan dengan istilah crab mentality. Dalam sebuah artikel di Develop Good Habits, crab mentality menjelaskan tentang perilaku seseorang yang ingin mematahkan semangat orang lain dalam menggapai kesuksesan.

Bagaimana ciri-ciri orang dengan crab mentality?

Berdasarkan jurnal penelitian dari Hitit University Journal of Social Sciences Institute tahun 2019, seseorang dengan crab mentality merasa lebih baik ketika meraih kesuksesan seorang diri. Artinya, mentalitas kepiting berbicara mengenai personal dari orang tersebut. Istilah crab mentality biasanya mengacu pada seseorang dengan karakter egois dan tidak suka berbagi. Beberapa ciri orang-orang dengan crab mentality di mana akan merasa sangat bangga pada diri mereka sendiri hingga tak jarang menganggap orang lain seolah-olah mereka lebih rendah dari diri mereka, serta merasa panik ketika ada rekan kerja di tim mereka yang mampu mengembangkan diri.

Bagaimana mengatasi crab mentality?

Crab mentality dapat mempengaruhi kemajuan diri sendiri maupun orang- orang sekitar. Dilansir dari artikel How the Crabs in a Bucket Mentality is Holding You Back, crab mentality nyatanya dapat diatasi. Seseorang dengan crab mentality harus berada pada lingkungan yang membangun sekaligus berdampak positif bagi dirinya. Mereka juga bisa membiasakan diri dengan membaca buku yang disukai, bekerja dengan partner kerja yang saling membangun, bertukar pikiran dengan teman, serta mengikuti kelas-kelas pengembangan diri.

Nah, itulah beberapa fakta seputar crab mentality. Semoga bisa menambah informasi dan wawasanmu, ya!