Fakta Menarik Seputar Menara Pisa

Fakta Menarik Seputar Menara Pisa

Wisata di Italia Kembali Dibuka Ini Fakta Menarik Seputar Menara Pisa

Wisata di Italia Kembali Dibuka Ini Fakta Menarik Seputar Menara Pisa – Selama pandemi Corona Covid-19, Italia memang pernah menjadi salah satu negara dengan kasus tertinggi di dunia. Setelah menerapkan kebijakan lockdown selama 3 bulan, kini negara ini pun menempati peringkat 6 dengan total kasus positif sebanyak 233.515 per hari ini, Rabu.

Meski bukan menara yang paling tinggi di dunia, namun siapa sangka jika pembangunan menara ini membutuhkan waktu hingga 2 abad lamanya? Bahkan melebihi waktu pembangunan dari menara Eiffel.

Menara Pisa dibangun dalam tiga tahap. Periode pertama yakni pada tahun 1173 untuk bagian lantai satu dan dua yang terbuat dari marmer. Hingga tahun 1178, para pekerja berhasil membangun lantai ketiga.

Akibat adanya perang dengan negara tetangga, menyebabkan pembangunan menara ini sempat terhenti. Kemudian, kembali dilanjutkan pada tahun 1272. Pembangunan tahap kedua ini hanya berlangsung selama 12 tahun hingga akhirnya kembali terhenti karena perang.

Menara yang miring memang merupakan hal yang unik. Namun, tahukah anda bahwa menara ini ternyata bukan satu-satunya bangunan yang miring di kota Pisa.

Di antara berbagai destinasi wisata menarik di Italia, ternyata Menara Pisa menyimpan beberapa fakta menarik yang tak banyak diketahui oleh orang. Berikut ulasan selengkapnya dirangkum dari berbagai sumber oleh Daftar Poker Online Indonesia, Rabu.

Ternyata masalah struktur tanah yang tak stabil juga mempengaruhi bangunan yang ada di dekat menara tersebut. Salah satunya yakni Gereja San Nicola yang berjarak hanya setengah mil dari Menara Pisa.

Kemudian ada pula Gereja San Michele degli Scalzi yang berjarak dua mil sebelah timur dari menara ini, bangunan tersebut mengalami kemiringan sekitar 5 derajat.

Diterapkan sebagai World Heritage atau Situs Warisan Budaya oleh UNESCO, namun siapa sangka jika sebenarnya arsitek asli dari menara miring ini masih menjadi misteri.

Meski kini Bonanno Pisano diyakini sebagai arsitek aslinya, namun sebenarnya ia bukanlah satu-satunya yang membuat menara ini. Ada pula Guglielmo yang membantu merancang desain menara, kemudian Giovanni di Simone sebagai arsitek yang mengambil alih proyek ini di tahap pembangunan kedua.

Di antara berbagai destinasi wisata menarik di Italia

Terakhir ada pula campur tangan Tommaso sebagai arsitek yang merampungkan pembangunan menara ini di tahap ketiga pada tahun 1372.

Akhirnya pembangunan menara ini selesai pada akhir abad ke-13 yang ditandai dengan selesainya ruang lonceng pada tahun 1373, atau sekitar 199 tahun sejak peletakan batu pertama kali dari bangunan tersebut.

Guna mengembalikan sektor perekonomian ke angka normal, pemerintah Italia pun memutuskan untuk membuka kembali jalur penerbangan internasional bagi pelancong Eropa. Ada tiga kota utama yang dibuka bagi wisatawan, yakni Milan, Roma dan Naples.

Melihat gambar Menara Pisa yang miring, tentu sudah menjadi hal yang aneh karena bangunan ini sangat terkenal seantero dunia. Namun, pernahkah anda bertanya-tanya penyebab kemiringan dari menara ini?

Jawabannya adalah karena struktur tanah yang digunakan sebagai fondasi pembangunan tidak stabil. Struktur tanah tempat menara ini di bangun terdiri dari pasir, tanah liat, dan endapan dari sungai Tuscano, Arno, dan Serchio sehingga membuat tanah tidak stabil untuk menopang bangunan.

Meski kesalahan ini sudah disadar sejak pembangunan tahap pertama, namun karena merasa kepalang tanggung akhirnya pembangunannya diselesaikan hingga akhir yang menyebabkan menara ini semakin miring setiap harinya.

Berbagai destinasi wisata yang menarik pelancong pun mulai dipersiapkan dengan protokol aturan New Normal atau Normal Baru. Hal ini dilakukan dengan harapan sekotr pariwisata bisa menyelamatkan Italia dari resesi ekonomi.

Setelah pembangunan selesai di tahun 1372, tanah di sekitar Menara Pisa semakin lemah dan membuat menara ini mengalami kemiringan sebesar 0,2 derajat yang terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 1990, tercatat bahwa menara ini mengalami kemiringan hingga 5,5 derajat.

Khawatir bahwa bangunan peninggalan sejarah ini akan runtuh suatu hari nanti, para tim insinyur di Italia pun berusaha untuk mencari solusi dengan meratakan tanah dan memperbaiki menara tersebut. Meski demikian, perbaikan ini hanya bisa memperlambat saja, namun tidak menghentikan kemiringan Menara Pisa yang terus bertambah hingga kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *