Karena Tak Direstui Menikah Mahasiswa Gantung Diri

Karena Tak Direstui Menikah Mahasiswa Gantung Diri

Karena Tak Direstui Menikah Mahasiswa Gantung Diri

Karena Tak Direstui Menikah Mahasiswa Gantung Diri – Jajaran PenyidikUnit Reskrim Polsek Manggala, telah mendalami kasus seorang pria berinisial MT (22), yang nekat mengakhiri hidup sembari merekamnya aksi gantung dirinya melalui media sosial.

Usut punya usut, salah satu mahasiswa di Makassar bunuh diri lantaran kecewa kemauannya menikah tak dikabulkan orang tuanya.

Kapolsek Manggala Kompol Saiful Alam mengatakan dari hasil interogasi kepada beberapa orang terdekat MT, almarhum memang memiliki kecendrungan depresi yang tinggi. Menurut keterangan kekasihnya yang tidak disebutkan identitasnya oleh Saiful. MT diduga bunuh diri karena kemauannya tidak dituruti.

“Itu kalau keterangannya pacarnya, dia memang kadang suka mengancam bunuh diri. Jika kemauannya tidak dituruti. Sama keterangan keluarganya begitu, katanya mau menikah tapi tidak disetujui. Sering-sering mengucapkan untuk bunuh diri, karakternya memang suka mengancam gampang depresi,” ungkap Saiful, Senin (17/8/2020).

Saiful menyebut, MT gantung diri di lantai dua rumahnya, Jalan Kuta Cani, Perumahan Bukit Baruga Antang, Sabtu 15 Agustus 2020 menggunakan selang air yang diikat di balok kayu jemuran, kemudian merekam aksinya melalui gawai di sela-sela pot bunga.

“Iya dia live streaming di Facebook. Tersebar kemarin di sosmed cuman mungkin sudah diblokir sama pihak Facebook. Pakai selang diikat di jemuran baru langsung lompat,” terang Saiful.

“kami tak percaya kenapa korban sampai melakukan hal yang merugikan diri sendiri macam itu. Mungkin dia depresi karena keluarga tak mengijinkan dia menikah”.

Dijelaskan Saiful, jenazah MT ditemukan pertama kali oleh wanita bernama Dewi yang merupakan pekerja di rumah alamrhum. Kala itu Dewi ingin mengambil pakaian di jemuran sekira pukul 17.00 Wita. Ia lantas memberitahukan kepada adik kandung perempuan, MT bernama Iren, lalu meneruskan ke pihak keamanan perumahan dan kepolisian setempat.

“Tapi pas sampai di lokasi, keluarga sudah bawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina. Dan sudah dimakamkan di Pangkep. Keluarga sudah merelakan jadi kami tidak lanjutkan lagi kasusnya,” pungkas perwira polisi berpangkat satu bunga ini.