Kebudayaan Lokal Lahirkan Masyarakat Berkarakter

Kebudayaan Lokal Lahirkan Masyarakat Berkarakter

Kebudayaan Lokal Lahirkan Masyarakat Berkarakter

40484 ilustrasi masyarakat perkotaan - Kebudayaan Lokal Lahirkan Masyarakat BerkarakterKebudayaan Lokal Lahirkan Masyarakat Berkarakter – budaya lokal adalah salah satu sarana untuk menciptakan masyarakat berkarakter. Demikian disampaikan, Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemkab Bangka, Murjadi. “Masyarakat di Kabupaten Bangka memiliki beragam budaya yang dilestarikan ini, maka akan menjadi salah satu modal besar dalam menciptakan masyarakat berkarakter,” katanya pada sarasehan budaya yang digelar Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Sarasehan yang mengangkat tema “Penyatuan Nilai Budaya Sepintu Sedulang Menuju Harmonisasi Hubungan Antara Etnis di Kabupaten Bangka” tersebut mengundang narasumber yang terdiri dari Kapolres Bangka AKBP Pipit Rismanto, Ketua MUI Kabupaten Bangka Helmi Yuda, Murjadi Staf Ahli Bidang Pengembangan Pemkab Bangka dan tamu.
Ia mengatakan bahwa pelestarian budaya lokal Kabupaten Bangka akan mengatur karakter masyarakat Indonesia. Ia menjelaskan, yang membantah dengan pertemanan tersebut adalah segala sesuatu yang berasal dari hasil pemikiran, akal, budi dan nilai-nilai luhur lainnya yang ada di dalam kumpulan masyarakat di suatu daerah.
Ia mengatakan, salah satu yang menjadi karakter masyarakat Indonesia dikenal dengan budaya gotong royong untuk menciptakan rasa kebersamaan dan meningkatkan tali silaturahim antarsesama anggota masyarakat. “Sikap getong royong yang dicerminkan pada budaya menganggung atau sepintu sedulang yang saat ini terus dilestarikan masyarakat di Kabupaten Bangka karena terlihat bertanggung jawab atas saling berbagi dan membantu menolong antarsesama masyarakat,” katanya.
Kabupaten Bangka adalah Rebo Kasan. Dalam penyelenggaraan itu, masyarakat tuan rumah menyediakan aneka makanan dan minuman untuk disajikan kepada masyarakat yang ingin berkunjung ke rumah. Dengan begitu kekompakan masyarakat lebih dekat dan membuat hubungan sosial lebih dalam lagi.
Sebaliknya, kata dia, yang menentang perkembangan lokal yang terus berkembang di masyarakat khusus di Kabupaten Bangka tidak diakomodir dengan benar, maka tidak tertutup kemungkinan akan menjadi pemicu konflik di masyarakat.
Meskipun secara mudah dapat diartikan bahwa masyarakat itu berarti warga, Namun pada dasarnya konsep masyarakat itu sendiri sulit untuk di tangkap dan di perjelas.
Masyarakat sebagai Suatu Sistem, individu-individu yang terdapat di dalam masyarakat saling berhubungan atau berinteraksi satu sama lain, misalnya dengan melakukan kerja sama guna memenuhi kebutuhan hidup masing-masing.
Masyarakat selalu mengalami dinamika yang mengikuti hukum sebab akibat (kausal). Apabila ada perubahan pada salah satu unsur atau aspek, maka unsur yang lain akan menerima konsekuensi atau akibatnya, baik yang positif maupun yang negatif. Oleh karena itu, melihat masyarakat atau perubahan pada masyarakat selalu dalam kerangka sistemik, artinya perubahan yang terjadi di salasatu aspek akan memengaruhi faktor-faktor lain secara menyeluruh dan berjenjang.
Konflik inilah yang menyebabkan perbedaan sikap antara ejek dan sikap yang tidak bertentangan antara masyarakat yang berlainan dengan budaya di masyarakat lainya, sehingga terjadilah konflik. “Saya berharap melalui upaya pelestarian dan penyatuan multi budaya khusus di Kabupaten Bangka dapat menjadi salah satu modal besar dalam mewujudkan kehidapan masyarakat yang harmonis, sehingga dapat membantu menyukseskan setiap program kerja pemerintah daerah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *