Lahir Saat Masjid Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat

Lahir Saat Masjid Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat

Ilmuwan Muslim yang Lahir Saat Masjid Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat

Lahir Saat Masjid Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat – Kejayaan islam dimulai pada era 780-1258 Masehi. Hal ini ditandai dengan banyaknya ilmuwan muslim memberikan kontribusi di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Banyak sekali ilmu pengetahuan modern yang ditemukan oleh tokoh-tokoh islam.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra, menyerukan agar umat Islam di berbagai daerah menghidupkan kembali kegiatan di masjid-masjid. Menurut dia, masjid jangan sekadar dijadikan sebagai tempat ibadah, tapi masjid juga harus menjadi pusat peradaban.

Azra turut mencontohkan kisah sukses sejumlah masjid dalam memberikan nilai tambah bagi inovasi teknologi. Misalnya, YPM Masjid Salman di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang ikut terlibat menciptakan ventilator untuk penderita COVID-19, bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran. Ada juga Masjid Jakarta Islamic Center (JIC) yang hadir dengan berbagai fasilitas terpadu.

Nah, bagi kalian yang penasaran, berikut icsdchurches.com sajikan ilmuwan muslim yang inovasinya berhasil mengubah peradaban sebagaimana dilansir dari berbagai sumber. Siapa saja sih?

Al-Zahrawi

Seperti Ibnu Sina, Al-Zahrawi juga berkutat di bidang medis. Lelaki yang lahir pada 936 Masehi ini disebut sebagai Bapak Ilmu Bedah Modern. Ia berhasil mengenalkan catgut (benang) sebagai alat untuk menutup luka.

Selain itu, ia juga menyusun buku At-Tasrif liman Ajiza an at-Ta’lif yang menjadi rujukan dokter hingga sekarang. Di dalamnya, Al Zahrawi menuliskan hal-hal terkait dengan bedah, penyakit, dan temuan-temuannya berupa alat kedokteran.

Abbas Ibn Firnas

Selama ini kita mengenal Wright bersaudara sebagai penemu pesawat terbang sekaligus manusia pertama yang berhasil terbang. Padahal pada 9 Masehi, lelaki kelahiran 810 Masehi ini berhasil mendesain alat yang memiliki sayap, mirip seperti kostum burung.

Alat tersebut dibuat dengan perhitungan dan penelitian yang rumit. Pada waktu percobaannya, ia berhasil terbang cukup jauh hingga kemudian jatuh dan mematahkan tulang belakangnya. Ia kemudian menginspirasi ilmuwan barat untuk mengembangkan pesawat.

Masjid dijadikan Tempat Untuk Mengkaji

Jabir Ibn Hayyan

Jabir Ibn Hayyan adalah seorang ahli kimia yang berasal dari Iran. lelaki yang lahir pada 721 Masehi ini dikenal karena berhasil melarutkan emas, dan menemukan asam kuat seperti asam sulfat, hidroklorik dan nitrat.

Untuk menetralisir “monster” yang ia ciptakan, yaitu asam, ia kemudian memproduksi alkali. Karya-karyanya yang berupa buku adalah Kitab Al-Kimya, Kitab Al-Sab’een, Kitab Al-Rahmah, dan lain-lain.

Sebagai lelaki berjuluk Bapak Kimia Modern, Ibn Hayyan berhasil mengubah persepsi bahwa kejadian alam yang sebelumnya bersifat acak, menjadi peristiwa yang bisa diprediksi dan dipelajari.

Ibnu Sina

Ibnu Sina adalah seorang filsuf yang terkenal di dunia medis. Ia bahkan dijuluki sebagai Bapak Kedokteran Modern. Ilmuwan yang lahir pada 980 Masehi ini juga dikenal dengan nama Avicenna di Eropa.

Dua karyanya yang paling berpengaruh adalah ensiklopedia filsafat Kitab al-Shifa’ (The Book of Healing) dan The Canon of Medicine. Keduanya kini dipakai sebagai standar ilmu medis di seluruh dunia. Di antara kontribusinya adalah penemu teori penularan virus TBC, serta sosok yang menaruh landasan bahwa sugesti atau kekuatan pikiran mampu mempengaruhi daya tahan tubuh.

Al-Khawarizmi

Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi adalah ahli matematika Islam yang dikenal sebagai penemu aljabar. Salah satu temuannya yang mengubah peradaban dunia adalah algoritma. Selain itu, ilmuwan asal Persia ini juga menemukan sistem penomoran. Al-Khawarizmi juga dikenal ahli di berbagai bidang, seperti astrologi dan astronomi.

Di antara karya tulisnya yang menjadi rujukan banyak ilmuwan dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa adalah Al-kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa-l-muqabala berisi tentang definisi aljabar, kitab surat al-ard yang berisi tentang ilmu geografi dan planetarium, al-jam’a wa-l-tafriq bi-hisab al-hind yang berisikan mengenai aritmetika atau disebut pula dixit algorizmi, zij al-sindhind yang membahas mengenai astronomi dan beberapa karya lainnya.