Mengenal Teh Berkafein Asli Amerika Utara, Cassina

cassina teh asli amerika utara

Cassina – Dari 85% penduduk amerika serikat sangat suka sekali dengan minuman berkafein. Dimana mereka sangat sering untuk menikmati kopi atau teh saat matahari mulai menampakkan diri atau saat senja telah tiba.

Namun ternyata tidak semua bahannya berasal dari As, karena masih banyak yang belum tau bahwa minuman berkafein yang benar-benar asli dari sana adalah cassina.

Baca Juga: Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan saat Bosen

Cassina adalah sebuah minuman berkafein yang sangat digemari oleh orang-orang asli Amerika Utara. Minuman ini dibuat dari sebuah tanaman yang disebut yaupon. Cassina juga sering disebut teh hitam, karena memiliki warna yang sedikit hitam dibandingkan dengan teh pada umumnya.

Tanaman yaupon yang masih berkerabat dengan tanaman yerba mate dan guayusa, memiliki bentuk pohon seperti cemara kecil dan tumbuh di sepanjang wilayah pesisir Amerika Serikat bagian Selatan dan Timur. Bentuknya tidak selalu seperti pohon cemara, ada juga yang berbentuk seperti semak-semak.

Pada masa lalu, banyak suku asli Amerika yang percaya bahwa tanaman ini dapat mengembalikan energi, menyembuhkan berbagai penyakit, dan juga digunakan untuk berbagai keperluan upacara adat atau ritual. Mereka pun mencoba mengolahnya dan kemudian terciptalah sebuah minuman yang bernama cassina. Kabarnya, minuman ini memiliki rasa yang enak dan menjadi salah satu minuman yang dikonsumsi di sepanjang hari.

Ketika orang Eropa tiba di daratan Amerika, penduduk asli di sana berbagi pengetahuan mereka tentang tanaman tersebut. Kepopuleran yaupon pun langsung meningkat di kalangan orang-orang Eropa, bahkan sampai diekspor ke beberapa negara di Eropa, seperti Spanyol, Inggris, dan PraSayangnya, meski populer, produk olahan yang terbuat dari yaupon hanya bertahan hingga pada zaman kolonial. Selanjutnya, pada akhir abad ke-18, produksi yaupon pun menurun sampai tidak ada satu orang lagi yang mengonsumsinya pada waktu itu. Alasan mengapa yaupon tiba-tiba menghilang dan dilupakan, masih tidak jelas. Bahkan, para sejarawan juga tidak yakin dengan hal tersebut.

Namun, satu teori konspirasi muncul yang kemudian menjelaskan alasan dibalik menghilangnya produksi yaupon pada waktu itu. Seorang ahli botani kerajaan dari Inggris yang bernama William Aiton, sengaja untuk mengubah nama yaupon menjadi Ilex Vomitoria sebagai nama ilmiahnya, dan mengidentifikasikannya sebagai tanaman baru. Hal tersebut diduga karena Aiton bekerja pada perusahaan multinasional dunia, demi mendapatkan dan menguasai perdagangan teh di dunia yang dibuat dari yaupon.

Baca Juga: Peradaban Dunia Berpengaruh Pada Indonesia

Meskipun begitu, saat ini yaupon masih dapat kamu temukan dengan mudah di Amerika Serikat dan Eropa. Kamu bahkan dapat membelinya dalam sebuah kemasan, menyeduhnya menjadi teh cassina, dan menikmatinya di rumah.ncis. Dari sana, yaupon ditransformasikan menjadi cokelat dan kopi.