Nekad! Suami istri dan Keponakan berbisnis narkoba

Nekad! Suami istri dan Keponakan berbisnis narkoba

Nekad! Suami istri dan Keponakan berbisnis narkoba

Nekad! Suami istri dan Keponakan berbisnis narkoba – Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar kembali membongkar jaringan peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan satu keluarga di Kota Makassar.

Dalam bisnis yang menggiurkan dan menjanjikan keuntungan besar ini, pihak Reserse Narkoba Polrestabes Makassar  menangkap empat orang, Nurmalia (35), Cunding (55), Darwis (47) dan Nursaid (36). Keempat tersangka ini ditangkap di lokasi berbeda di hari yang sama, Kamis dinihari.

Wakil Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Indra Waspada menambahkan, Tim Elang berhasil membongkar warisan keluarga berupa bisnis narkotika berkat adanya laporan warga terkait adanya transaksi bisnis haram tersebut. Dalam kasus ini, petugas berhasil menangkap pelaku, mulai dari suami-istri hingga keponakan.

Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Indra Waspada Yudha mengatakan, dari tangan para pelaku diamankan belasan saset sabu serta uang tunai hasil penjualan zat psikotropika tersebut.

“Dari penangkapan tersebut kami berhasil mengamankan sabu kurang lebih 85 gram, atau sebanyak 17 saset kecil dan uang sebesar Rp12,5 Juta dan dua (kartu) ATM. Dari pengakuan tersangka sabu ini untuk diperjualbelikan,” katanya kepada wartawan saat ekspose di Mako Polrestabes Makassar.

Lebih jauh, Indra menjelaskan bahwa kelompok pengedar ini dikepalai oleh Darwis, dan diketahui Darwis juga melanjutkan bisnis sang istri. Pasalnya, sang istri telah diamankan polisi sejak November 2019 lalu.

Salah satu tersangka sempat melawan dan di tembak

Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Indra Waspada Yudha mengatakan, dari tangan para pelaku diamankan belasan saset sabu serta uang tunai hasil penjualan zat psikotropika tersebut.

“Dari penangkapan tersebut kami berhasil mengamankan sabu kurang lebih 85 gram, atau sebanyak 17 saset kecil dan uang sebesar Rp12,5 Juta dan dua (kartu) ATM. Dari pengakuan tersangka sabu ini untuk diperjualbelikan,” katanya kepada wartawan saat ekspose di Mako Polrestabes Makassar.

Lebih jauh, Indra menjelaskan bahwa kelompok pengedar ini dikepalai oleh Darwis, dan diketahui Darwis juga melanjutkan bisnis sang istri. Pasalnya, sang istri telah diamankan polisi sejak November 2019 lalu.

“Jadi Darwis ini melanjutkan bisnis dari istrinya yang lebih dulu kami amankan dan sementara bersidang, istirnya ditangkap bulan 11 tahun 2019. Artinya sudah enam bulan dia jalankan bisnis istrinya,” ujarnya.

Turun-temurun bisnis narkoba itu tak berhenti di sang suami. Keponakan pelaku yakni Nur Said juga berperan sebagai penyedia sabu. Sehingga terpaksa dihadiahi timah panas oleh polisi karena mencoba kabur saat dilakukan pengembangan.

“Untuk saudara Nur Said saat kami amankan, dan melakukan pengembangan, yang tegas dan terukur, perannya dia gudang yang menyetok barang ini. Jadi Nur Said ini masih punya hubungan kerabat dengan Darwis, keponakan, ” kata Indra.

Para pelaku pun kini dijerat polisi dengan Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.