Objek Wisata Religi Kota Medan, Indahnya Toleransi!

Objek Wisata Kota Medan, Indahnya Toleransi!

Objek Wisata Religi Kota Medan

Objek Wisata Religi Kota Medan – Kota Medan adalah kota multikultural yang ramah bagi beragam etnik dan agama. Kerukunan umat beragama di kota ini terjaga cukup harmonis.

Baca juga : Ferdian Paleka Bebas Dari Penjara dan Janji Tak Ulangi Perbuatan

Di Medan banyak bangunan rumah ibadah dari berbagai agama yang menjadi objek kunjungan karena bersejarah. Tak jarang juga dikunjungi pengunjung dari agama berbeda.

Sesekali selain wisata alam, wisata religi di Medan juga asyik lho. Di mana saja rumah-rumah ibadah itu?

Masjid Raya Al-Mashun

Masjid Raya dikenal sebagai salah satu bangunan yang menjadi ikon Ibukota Sumatera Utara. Dalam pembanguannya, Masjid ini diprakarsai oleh Sultan Makmun Al-Rasyid pada tahun 1906. Masjid Raya memiliki desain arsitektur unik perpaduan antara gaya India, Spanyol dan Timur Tengah.

Di bagian beranda dan jendela berbentuk lengkungan merupakan adopsi dari desain bangunan Kerajaan Isam di Spanyol pada abad pertengahan. Sedangkan bagian kubah masjid berbentuk patah-patah dan bersegi delapan diadopsi dari gaya Turki. Memiliki ukuran bangunan yang luas, Masjid Raya bisa menampung hingga 1.500 jamaah. Nah, tidak jauh dari lokasi Masjid terdapat Istana Maimun yang bisa kamu kunjungi hanya dengan berjalan kaki.

Gereja Immanuel

Gereja Immanuel terletak di Jalan Pangeran Diponegoro. Dibangun sejak tahun 1921, Gereja Immanuel menjadi gereja tertua dan bersejarah yang ada di Kota Medan. Sampai sekarang, gereja yang mampu menampung sekitar 500 orang ini masih aktif digunakan oleh Umat Kristiani untuk melaksanakan kebaktian.

Kuil Sri Mariamman

Kuil Sri Mariamman merupakan kuil tertua yang ada di Kota Medan. Dibangun sekitar tahun 80-an, kuil ini berlokasi di Jalan Teuku Umar. Mengusung konsep arsitektur India, bangunan kuil dikelilingi oleh tembok setinggi 2,5 meter dilengkapi dengan hiasan ornamen, relief dan patung.

Saat akan masuk ke dalam kuli, maka akan terlihat pintu gerbang yang dihiasi gopuram atau menara bertingkat yang biasa dijumpai di kuil-kuil khas India Selatan. Sementara di dalam kuil terdapat patung Trimurti yang terdiri dari patung Dewa Brahma, patung Dewa Wisnu, dan juga patung Dewa Siwa.

Vihara Gunung Timur

Vihara Gunung Timur berada di Jalan Hang Tuah Nomor 16. Ini adalah kelenteng Tionghoa (Taoisme) yang terbesar di Kota Medan, Indonesia dan mungkin juga di pulau Sumatra. Dibangun sejak tahun 1930-an.

Vihara Gunung Timur merupakan tiruan vihara yang ada di Tingkok. Nama “Gunung” pada nama vihara ini merujuk pada Tai Shan (Gunung Tai) di wilayah Shandong, Tiongkok, yang merupakan salah satu dari Lima Gunung Suci dan sering dianggap yang terpenting. Selain keindahan bangunannya, vihara ini memiliki keunikan lainnya yang dikenal sebagai tempat ajaran dua kepercayaan yakni, Khonghucu dan juga Buddha.

Maha Vihara Maitreya

Sudah berdiri sejak tahun 1991, namun baru diresmikan pada tahun 2008 silam. Maha Vihara Maitreya disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di Kota Medan, Indonesia hingga yang terbesar se-Asia Tenggara.

Bangunan vihara ini memiliki desain yang sederhana dan unik, di sisi kiri dari vihara terdapat sebuah Patung Dewi Kuan Yim dengan air kolam berisi ikan koi. Selain itu, ada dua buah patung naga yang berhadapan mengarah ke patung Dewi Kuan Yim. Di Maha Vihara Maitreya ini juga memiliki taman burung yang berisi berbagai aneka jenis burung.

Graha Maria Annai Velangkanni

Graha Maria Annai Velangkanni adalah sebuah gereja yang terletak di Jalan Sakura III, Tanjung Selamat, Medan. Bangunan gereja ini memang hampir mirip dengan bangunan kuil terutama kuil-kuil yang berasa dari negara India. Pembangunan gereja ini dipelopori oleh Pastor James Barataputra pada tahun 2001.

Bangunan gereja ini terinspirasi dari gaya arsitektur Indo-Mogul. Sehingga terlihat seperti bangunan perpaduan antara candi, kuil hingga kubah masjid. Di Graha Maria Annai Velangkanni terdapat patung Annai Velangkanni atau Maria dari Velangkanni beserta putranya setinggi dua meter, yang berasal langsung dari India.

Sumber : idntimes.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *