Pasien COVID-19 di Aceh Ngamuk

Pasien COVID-19 di Aceh Ngamuk

Pasien COVID-19 di Aceh Ngamuk

Pasien COVID-19 di Aceh Ngamuk, – Seorang pasien positif COVID-19 diberitahukan mengamuk di ruang isolasi tempat ia dirawat yaitu di Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Bahkan, pasien itu sampai memecahkan kaca jendela ruangan.

Meski tidak ada korban luka dalam insiden ini, namun bagian jendela kaca pada bangunan tersebut dalam kondisi pecah setelah salah satu pasien yang dirawat tersebut mengamuk dan marah-marah.

“Benar, ada insiden pasien COVID-19 mengamuk di ruang isolasi dengan memecahkan jendela kaca,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Syarifah Junaidah di Meulaboh, Minggu malam.

Pasien diduga mengalami tekanan sejak Jumat 31 Juli 2020

Syarifah mengatakan alasan dari pasien tersebut mengamuk yaitu diduga kuat mengalami tekanan sejak diisolasi oleh Tim Satgas Penanggulangan dan Pencegahan COVID-19 Aceh Barat pada Jumat 31 Juli 2020 lalu.

“Peristiwa itu diketahui oleh perawat ketika seorang pasien berinisial MA (41) diduga tiba-tiba mengamuk. Dan marah-marah saat sedang menjalani isolasi di kawasan Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat,” ujarnya.

Saat dijemput petugas medis, pasien juga sempat melawan

Ia juga menjelaskan, saat dijemput oleh petugas medis untuk isolasi, pasien tersebut sempat berusaha melawan. Sehingga, kemudian Tim Satgas bekerja sama dengan TNI, Polri, dan petugas terkait lainnya.

“Untuk menjemput keempat pasien setelah sebelumnya berkoordinasi dengan aparat desa, dan keluarga serta kerabat pasien COVID-19 di Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat,” jelasnya.

MA menjalani isolasi bersama dengan seluruh keluarganya

Syarifah mengatakan, MA (41) menjalani isolasi bersama seluruh anggota keluarganya termasuk istrinya ER (41) dan dua orang anaknya BA (16), serta MF (12). Mereka semua tercatat beralamat di Matang Blok M GG II/2, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Mereka positif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab yang diterbitkan oleh Balitbangkes Aceh, pada Jumat pekan lalu. Mereka diketahui tiba di Aceh Barat pada Minggu 26 Juli 2020 untuk mudik Hari Raya Idul Adha 1441H di Meulaboh.

“Alhamdulillah hingga Ahad (Minggu) malam, kondisi pasien sudah stabil. Mereka semua dalam pengawasan tim medis selama 24 jam penuh,” kata Syarifah.