Pria Asal Malang Buat Alat agar Masyarakat Tak Malas Pakai Masker 

Pria Asal Malang Buat Alat agar Masyarakat Tak Malas Pakai Masker 

Pria Asal Malang Buat Alat agar Masyarakat Tak Malas Pakai Masker

Pria Asal Malang Buat Alat agar Masyarakat Tak Malas Pakai Masker – Seorang pria di Kota Malang, Andreas Suprayitno menciptakan alat agar warga nyaman memakai masker sebagai salah satu penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Selama beberapa hari terakhir, Satgas COVID-19 Kota Malang menjaring puluhan warga yang tak pakai masker. Masih banyak warga yang abai terhadap protokol kesehatan.

Melihat masih banyaknya orang yang tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah, seorang pengusaha air minum kemasan di Kota Malang bernama Andeas Suprayitno menelurkan ide kreatif. Ia menciptakan alat yang diberi nama Global Respiration Guard (GRG) supaya masyarakat tak lagi malas memakai masker.

Sudah survei terlebih dahulu

Dilansir woodcraftunfinishedfurniture.com ide membuat GRG tersebut tak lantas ujug-ujug direalisasikan. Sebelum itu, dirinya melakukan survei terlebih dahulu selama dua bulan terakhir. Dia mencari tahu alasan mengapa masyarakat tak suka memakai masker.

Ia melakukan survei ke beberapa tempat keramaian terutama, ke beberapa pasar yang kerap dijumpai orang tak bermasker. Sebagian besar dari orang-orang yang ditemui Andreas mengaku kesulitan bernapas dengan lega saat memakai masker.

“Jadi alat tersebut berfungsi menjaga jarak supaya kain masker tidak menempel pada mulut. Terbukti setelah jadi ternyata alat tersebut bisa menjadi solusi,” tambahnya.

Dijual dengan harga terjangkau

Lantaran memakai bahan plastik, GRG yang dijual Andreas pun dihargai lebih terjangkau. Harga satu buah GRG sebesar Rp10 ribu. GRG tersebut saat ini sudah dipasarkan secara online melalui marketplace.

“Kiriman paling jauh ke Sumatera dan Riau,” sebutnya.

Sejak pekan kedua bulan September, Andreas sudah mulai memproduksi GRG di sebuah pabrik kawasan Sukun, Kota Malang. Adapun dimensi ukuran yang dibuat oleh Andreas adalah lebar 9 cm, tinggi 6 cm, dan lengkung 3 cm.

“GRG ini fungsinya memperkecil potensi penularan COVID-19,” tandas alumnus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu.

Masyarakat yang Mengeluh Tidak Bisa Bernafas Secara Lega

GRG berupa penyanga masker

GRG merupakan sebuat alat penyangga yang membatasi agar mulut penggunanya tak langsung menyentuh masker. Alat pelindung tersebut dinilai bisa menyempurnakan fungsi masker.

“Selama ini orang pakai masker karena terpaksa dan seperti tersiksa. Maka dari itu, alat ini diharapkan bisa membuat orang senang pakai masker, tidak perlu lagi dipaksa-paksa,” terang Andreas.

Sempat buat dari bahan kamper

Sebelum dibuat dari bahan plastik, pria 51 tahun itu sempat membuat GRG dari bahan kayu kamper. Bahan tersebut dipilih lantaran mudah dibentuk dan dipotong sesuai keinginan.

Namun demikian, proses pproduksi memakan waktu yang cukup lama, yakni hingga 5 jam. Pengerjaan yang cukup lama itu lah yang membuat dirinya akhirnya berupaya mencari alternatif bahan lain yang bisa dibuat dalam waktu lebih singkat. Akhirnya, ia menggunakan bahan plastik.

“Kalau pakai bahan plastik, dalam satu kali produksi bisa menghasilkan hingga 6 ribu buah GRG setiap hari,” tuturnya.