Terawan Terbitkan Aturan Klaim Biaya Rawat Pasien Covid-19

Terawan Terbitkan Aturan Klaim Biaya Rawat Pasien Covid-19

Terawan Terbitkan Aturan Klaim Biaya Rawat Pasien Covid-19

Terawan Terbitkan Aturan Klaim Biaya Rawat Pasien Covid-19 – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengeluarkan keputusan mengenai petunjuk teknis klaim biaya pelayanan Covid-19 di rumah sakit yang menangani pasien virus corona.

Petunjuk teknis tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/446/2020 mengenai. Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan Pasien Infeksi Emerging Tertentu untuk Rumah Sakit. Yang mengadakan Pelayanan Covid-19 (Juknis Klaim PIE).

Dalam keputusan itu, Juknis Klaim PIE menjadi acuan untuk pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi. Pemerintah daerah kabupaten/kota, BPJS Kesehatan, dan rumah sakit penyelenggara pelayanan Covid-19. Dalam pelaksanaan penggantian biaya pelayanan pasien Covid-19.

“Rumah sakit penyelenggara pelayanan Covid-19 dapat melakukan permohonan penggantian biaya pelayanan pasien COVID-19. Berdasarkan Juknis Klaim PIE sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu untuk pasien yang mulai dirawat sejak tanggal 15 Agustus 2020,” demikian bunyi diktum ketiga Kepmenkes tersebut dikutip, Jumat.

Rumah sakit yang memberikan pelayanan Covid-19 bagi pasien yang mulai dirawat dari tanggal 28 Januari hingga 14 Agustus 2020 tetap dapat melakukan pengajuan penggantian biaya pelayanan pasien dengan status ODP, PDP, dan pasien konfirmasi setelah keputusan tersebut berlaku sejak 22 Juli lalu.

Merujuk aturan itu, Kemenkes berperan antara lain, Menteri Kesehatan lewat Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan akan melakukan penggantian biaya pelayanan pasien Covid-19. Lalu melakukan pembayaran kepada rumah sakit yang melakukan pelayanan Covid-19 dan menyelesaikan klaim dispute rumah sakit yang mengadakan pelayanan Covid-19.

ada juga kriteria pasien yang bisa mengklaim biaya penanganan terdiri dari pasien rawat jalan dan pasien rawat inap.

Bagi pasien rawat inap, ada dua kategori yaitu pasien suspek disertai atau tidak disertai penyakit penyerta dan pasien terkonfirmasi Covid-19.

Untuk kategori suspek, pasien diwajibkan melampirkan bukti pemeriksaan laboratorium darah rutin dan x-ray foto thorax. Sementara untuk pasien yang telah terkonfirmasi positif diwajibkan menunjukan hasil RT-PCR.

“Bukti x-ray foto thorax dikecualikan bagi ibu hamil dan pasien dengan kondisi medis tertentu yaitu kondisi tidak dapat dilakukan pemeriksaan x-ray foto thorax seperti pasien gangguan jiwa, gaduh gelisah, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari DPJP,” terang aturan tersebut dalam lampiran I.